
Jakarta, Sensai Ichiba Indonesia
—
Perdana Menteri
India
Narendra Modi
berjanji bakal menghukum berat semua pelaku yang terlibat dalam insiden kebocoran soal ujian kedokteran di negara tersebut.
Dalam unggahan di media sosial pada Kamis (23/7), Modi mengatakan akan membentuk pengadilan “fast-track” untuk memastikan pemberian hukuman secara cepat dan tegas kepada siapa pun yang terlibat dalam hal ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami telah memutuskan untuk membentuk pengadilan jalur cepat guna memastikan hukuman yang cepat dan tegas bagi mereka yang terlibat dalam kebocoran soal ujian,” tulis Modi dalam keterangannya di media sosial.
“Kami telah menginstruksikan pihak berwenang dan pejabat terkait untuk mengambil semua langkah yang diperlukan,” lanjutnya.
Pernyataan Modi disampaikan setelah ribuan kaum muda berunjuk rasa yang dipimpin oleh Partai Cockroach Janta (CJP). Massa memprotes insiden kebocoran soal ujian masuk kedokteran pada Mei lalu, yang akhirnya memaksa jutaan orang mengulang ujian dan gagal di sistem penilaian daring.
Protes selama berminggu-minggu itu kemudian berkembang ke berbagai persoalan lain, mulai dari kekhawatiran tentang peningkatan jumlah pengangguran, peluang sekolah dan kerja bagi kaum muda, hingga gaya pemerintahan Modi yang dinilai sebagian kritikus “semakin otoriter”.
Dalam protes tersebut, demonstran utamanya menuntut agar Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri.
Namun, unggahan Modi tidak menyinggung tentang nasib Pradhan. Modi hanya menegaskan “mereka yang mencoba merusak masa depan generasi muda kita tidak akan lolos begitu saja.”
Demo kaum muda di New Delhi ini sendiri berujung ricuh usai massa bentrok dengan aparat kepolisian. Polisi menembakkan gas air mata dan memukul demonstran dengan pentungan saat mereka mencoba menerobos parlemen.
Human Rights Watch (HRW) dalam pernyataan pada Kamis meminta pemerintah menyelidiki “penggunaan kekuatan yang tidak perlu dan berlebihan” oleh polisi terhadap para pedemo.
HRW juga mendesak otoritas mengizinkan protes damai dan menghentikan blokade internet, karena “menempatkan masyarakat pada risiko tambahan”.
Partai-partai oposisi sementara itu menuntut permintaan maaf dari pemerintahan Modi atas tindakan polisi.
“Anda adalah orang yang paling merusak masa depan generasi muda kita. Anda membiarkan dan mendorong penguasaan dan penghancuran total sistem pendidikan kita, serta melindungi setiap orang yang bertanggung jawab atasnya,” kata Rahul Ghandi dari Partai Kongres di X pada Kamis.
(blq/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Sensai Ichiba]
Baca lagi: Spek Land Cruiser 300, Barang Suap Bupati Kuansing yang Tembus Rp2 M
Baca lagi: Mendagri Sebut Pelayanan Publik Berkualitas Kunci Ketahanan Negara
Baca lagi: Dudung KSP Sebut TNI Tak Ikut Tagih Pajak, Hanya Pendampingan



7 Responses
Wah, ulasannya menarik banget min, ngasih banyak sudut pandang baru yang bermanfaat. Makasih ya udah share. Kebetulan saya sempet baca bahasan pelengkap yang seru juga di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297499240_htm
Wah, ulasannya menarik banget min, ngasih banyak sudut pandang baru yang bermanfaat. Makasih ya udah share. Kebetulan saya sempet baca bahasan pelengkap yang seru juga di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320628428_htm
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas materi ini dengan bahasa yang santai. Makasih min. Info pelengkap yang searah bisa dicek juga lewat tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297012819_htm
Penjelasan yang luar biasa rapi dan ngebantu banget buat nambah pemahaman saya hari ini. Sukses selalu buat blognya min! Tautan referensi pelengkap yang lumayan oke ada di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320610528_htm
Makasih infonya admin, kebetulan banget lagi nyari artikel yang ngebahas hal ini. Tulisan yang sangat edukatif. Saya juga dapet pencerahan tambahan pas baca ulasan di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320634847_htm
Insight yang luar biasa dari penulis, benar-benar memberikan pencerahan baru bagi para pembaca. Terima kasih admin! Kebetulan saya juga menjumpai artikel serupa di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297346647_htm yang mengulasnya secara mendetail.
Ulasan komprehensif yang menjawab pertanyaan saya belakangan ini. Mantap abis admin! Sebagai pembanding data dari sumber lain, ada ringkasan materi serupa di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320370346_htm