
Jakarta, Sensai Ichiba Indonesia
—
Program pelatihan bagi imam dan pengajar teologi Islam yang digelar pemerintah
China
di Beijing pada Mei lalu menjadi sorotan banyak pihak, termasuk akademisi Ma Guangyao.
Ma menilai pelatihan itu sebagai bagian dari kebijakan sinifikasi untuk memperkuat loyalitas politik kepada negara dan Partai Komunis China (CCP).
Dalam analisisnya, Ma menilai seminar yang diselenggarakan di Central Institute of Socialism itu secara resmi membahas sinifikasi Islam. Namun, isi pelatihannya disebut lebih banyak berfokus pada pemikiran Presiden Xi Jinping dibandingkan kajian teologi Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Al-Qur’an hanya menjadi sekadar latar belakang dalam program, sementara fokus utamanya adalah memperkuat loyalitas ideologis,” ujar Ma.
Menurut Ma, pidato pembukaan seminar langsung menegaskan arah pelatihan ke poin-poin utama pemikiran Xi Jinping.
Peserta diminta mempelajari pandangan Xi Jinping mengenai agama, memahami “Xi Jinping Thought on Socialism with Chinese Characteristics for a New Era,” serta membangun pemahaman yang dianggap benar mengenai bangsa, etnis, sejarah, budaya, dan agama di China.
Ma menilai pendekatan tersebut mencerminkan pola yang kini diterapkan pemerintah China terhadap seluruh agama yang diakui negara.
Mempromosikan nilai-Nilai CCP
Pemerintah China disebut menginginkan agar para pemimpin agama tidak hanya dapat membimbing umat dalam urusan keagamaan, tetapi juga mengarahkan mereka untuk memperkuat identitas nasional, mendukung negara, serta sejalan dengan narasi kebangkitan nasional yang diusung CCP.
“Pelatihan ini lebih menyerupai pembentukan politik daripada diskusi mengenai teologi Islam,” tutur Ma.
Seminar selama tujuh hari itu diikuti oleh 45 imam dan pendidik teologi Islam dari berbagai wilayah China.
Materinya meliputi Pemikiran Kebudayaan Xi Jinping, kebijakan CCP dalam tata kelola agama, hingga pembangunan identitas nasional yang terpadu.
Menurut Ma, istilah “pemerintahan berdasarkan hukum” yang digunakan dalam pelatihan tersebut tidak merujuk pada hukum Islam, melainkan pada kerangka regulasi negara yang menempatkan seluruh aktivitas keagamaan di bawah pengawasan pemerintah.
Para peserta juga mengikuti diskusi mengenai sinifikasi Islam, penguatan kesadaran kebangsaan, serta pembentukan apa yang disebut pemerintah sebagai personel “berkompetensi ganda,” yaitu tokoh agama yang mampu menjalankan fungsi keagamaan sekaligus menyampaikan kebijakan dan nilai-nilai yang dipromosikan CCP.
Islam dan Konfusianisme
Salah satu sesi pelatihan membahas upaya mengintegrasikan Islam dengan Konfusianisme. Menurut Ma, tema tersebut semakin sering diangkat dalam kebijakan keagamaan China.
Ia berpendapat pemerintah berupaya mendorong Islam agar selaras dengan nilai-nilai moral Konfusianisme yang telah ditafsirkan ulang sesuai kebutuhan negara.
Namun, menurut Ma, pendekatan tersebut memiliki keterkaitan yang terbatas dengan tradisi Islam dan lebih mencerminkan ambisi pemerintah untuk membentuk identitas budaya yang disetujui negara.
Dalam pandangannya, kebijakan serupa juga terlihat pada pendekatan Beijing terhadap agama-agama lain.
Pada penutupan seminar, para imam kembali diingatkan mengenai peran mereka dalam mendukung modernisasi China dan memperkuat persatuan nasional.
Bagi Ma, hal tersebut menunjukkan bahwa konsep sinifikasi Islam kini mengalami perubahan makna. Menurutnya, istilah tersebut tidak lagi sekadar merujuk pada proses adaptasi budaya atau dialog antara Islam dan peradaban China.
Sebaliknya, ia menilai sinifikasi telah berkembang menjadi program politik yang mendorong para pemimpin agama menginternalisasi sekaligus menyebarkan doktrin CCP kepada umat.
“Islam sedang ditafsirkan ulang melalui lensa politik, dan para ulama dilatih untuk memastikan bahwa umat beriman mengikuti jalan yang sama.,” ungkap Ma.
Selama ini, pemerintah China secara konsisten menyatakan bahwa kebijakan sinifikasi bertujuan menyesuaikan perkembangan agama dengan kondisi nasional, menjaga stabilitas sosial, serta mendorong agama beradaptasi dengan masyarakat sosialis.
(dna)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Wamenkomdigi: Kerugian Scam dan Spam Tembus Rp7,5 Triliun
Baca lagi: Aturan Lengkap Registrasi SIM Baru Pakai Verifikasi Wajah
Baca lagi: PT Pos Indonesia Respons Isu Karyawan Telat Terima Gaji


29 Responses
Tulisan yang sangat informatif dan terstruktur dengan baik. Bagi rekan-rekan yang butuh literatur tambahan terkait bahasan ini, bisa juga mengecek https://nvd.nist.gov/vuln/detail/CVE-2009-2653 yaa.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://pad.darmstadt.social/s/Ozvh-fzps juga bahas hal yang sama lho.
Artikel ini mengubah skeptisisme saya menjadi apresiasi yang luar biasa terhadap sang penulis http://www.kufirst.center.ku.ac.th/foodsafetyseries2021_2_pic/ good job
Sebuah karya tulis yang berhasil mempertahankan standar objektivitas tinggi dari hulu ke hilir http://www.kufirst.center.ku.ac.th/meet-the-new-wave-of-future-meat-webinar/ cuma di kedua artikel ini saya dapat dengan mudah memahami nya
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://atomon.ciao.jp/wp1/2016/05/18/%E3%83%AF%E3%83%BC%E3%83%89%E3%83%97%E3%83%AC%E3%82%B9-%E3%82%AB%E3%82%B9%E3%82%BF%E3%83%A0%E3%83%95%E3%82%A3%E3%83%BC%E3%83%AB%E3%83%89-%E3%82%AB%E3%82%B9%E3%82%BF%E3%83%A0%E6%8A%95%E7%A8%BF/ yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Sebuah kontribusi literasi yang sangat berharga bagi ekosistem profesional dan akademisi http://www.kufirst.center.ku.ac.th/9854-3/
Saya rela meluangkan waktu demi memberikan bintang 5 untuk mahakarya tulisan sekeren ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-contamination-vs-food-adulteration/
Hormat saya untuk penulis. Artikel ini penuh ilmu yang sangat berharga. Terima kasih banyak atas pencerahannya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/ku-first-webinar-1-food-safety-series-7/
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=707 deh, lengkap parah!
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://www.docdroid.net/HY1eD0d/freebuttonbassedmcube2apkfulldownloadforpclaptop134-pdf yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://vi.gta5-mods.com/users/epicureannycom di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Penulis mengurai kompleksitas materi dengan sangat elegan tanpa mengurangi esensi bobot ilmiahnya https://back.3blmedia.com/search?search=&page=842
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://protocol.ooo/en/users/epicureannycom yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di https://carrm.club.yorku.ca/2022/01/skin-organoids-with-hair-follicles-grown-entirely-from-human-pluripotent-stem-cells-a-potential-cure-for-baldness/ karena mirip-mirip pembahasannya.
Artikel ini memiliki karakter penulisan yang sangat kuat, menjadikannya pembeda di antara artikel sejenis https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=0&kwd=91
Artikel ini memberikan kepuasan membaca yang utuh bagi siapa saja yang haus akan informasi bermutu https://wikimonde.com/article/Jours_redoutables wawasan nya sangat luas
Bener-bener membuka wawasan baru nih. Makasih sharing-nya! Kebetulan saya juga nemu bahan bacaan yang relate banget di https://adfam.org.uk/forums/users/sbourgx/ cekidot aja guys.
Rekomendasi taktis yang dijabarkan memiliki tingkat akurasi tinggi untuk segera diintegrasikan ke dalam SOP https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/subx.asp?item=8312&page=1&rel=1
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website http://www.geocities.ws/jazzchul2000/link.html juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Penulis sangat mahir mengekstrak esensi materi tanpa mengurangi bobot ilmiah dari terminologi yang digunakan https://handwiki.org/wiki/Biography:Arthur_Miller
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://www.wikidata.org/wiki/Q484125 yang cukup menarik.
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=295271 bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Konten ini mengandung nilai investasi intelektual yang sangat tinggi bagi pengembangan kapasitas profesional harian https://comicsalliance.com/bollywood-he-man-master-of-creepy-tiki-universe/
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke https://kldp.org/node/60002 deh, lumayan nambah wawasan.
Artikel ini layak masuk daftar bacaan favorit. Saya juga menyimpan referensi lain dari https://argos.estranky.cz/.
Terima kasih atas tulisan yang sangat membantu. Saya akan menyimpan artikel ini dan juga referensi dari [https://www.chordie.com/forum/profile.php?id=1778820](https://www.chordie.com/forum/profile.php?id=1778820).
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://kldp.org/comment/262785 dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Asli, awalnya bingung tapi abis baca ini jadi langsung connect. Eh sekadar sharing, di https://kldp.org/node/60048 juga ada ulasan yang se-tipe dan seru buat nambah referensi.
Membaca artikel ini memberikan rasa aman karena argumen yang dibangun didasarkan pada skenario nyata yang sudah teruji validitasnya di lapangan https://www.dibiz.com/lukecombsketogummiesscam