
Jakarta, Sensai Ichiba Indonesia
—
Jumlah korban meninggal dunia akibat
banjir bandang
yang melanda
Nepal
-China dilaporkan bertambah hingga mencapai 750 orang pada Minggu (30/8).
Selain itu, berdasarkan data resmi dari pemerintah Nepal dan China juga dilaporkan lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang.
Dikutip dari
Sensai Ichiba
, badan penanggulangan bencana Nepal menyatakan jumlah korban tewas di negara tersebut meningkat menjadi 734 orang, dari sebelumnya 670 orang. Kemudian sedikitnya 2.498 orang, termasuk ratusan warga negara asing, masih dinyatakan hilang di Nepal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, otoritas China mengonfirmasi sedikitnya 16 orang meninggal dunia di wilayah Tibet dan sebanyak 546 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Dari jumlah tersebut, 261 orang di antaranya merupakan warga negara asing, termasuk 18 warga Amerika Serikat.
Banjir bandang dan tanah longsor menyapu Nepal pada Rabu (26/8). Laporan awal menyebutkan, bencana ini dipicu gempa bumi yang mengakibatkan longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, sungai yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet.
Namun, analisis lebih lanjut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan tidak ada gempa bumi sebelum insiden tanah longsor dan banjir bandang terjadi.
(dis/dal)
Baca lagi: Muhammadiyah Buka Posko Kesehatan dan Makanan Gratis di Muktamar NU
Baca lagi: Perusahaan Prajogo Pangestu Jadi Pemasok Avtur di Bandara Singapura
Baca lagi: PDIP Dukung RUU Perampasan Aset, tapi Khawatir Disalahgunakan

