Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Jadi 150 Orang, 384 Masih Hilang

Jakarta, Sensai Ichiba Indonesia

Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di kawasan perbatasan pegunungan antara

Nepal

dan Tibet,

China

, bertambah jadi 150 orang lebih.

Kepolisian Nepal melaporkan jenazah ditemukan di sejumlah daerah, mulai dari Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Chitwan, Gorkha, Tanahun, dan Nawalparasi East.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 384 orang sementara itu masih belum ditemukan. Rinciannya yakni 291 warga negara asing (WNA) dan 93 warga Nepal, dikutip dari

The Guardian

.

Nepal diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu (26/8).

Laporan awal menyebutkan musibah ini dipicu gempa bumi yang mengakibatkan longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, sungai yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet.

Namun, analisis lebih lanjut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan tidak ada gempa bumi sebelum tanah longsor dan banjir bandang terjadi.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah telah mengerahkan personel militer, kepolisian, helikopter, dan tim medis ke lokasi bencana untuk penanganan darurat.

Presiden China Xi Jinping juga menginstruksikan pencarian “habis-habisan” terhadap para korban hilang dan mendesak pemantauan ketat guna mencegah bencana susulan.

Setidaknya 574 petugas penyelamat dikerahkan China ke perbatasan darat Gyirong.

(blq/bac)

Baca lagi: Desta Keluar dari Vindes, Minta Jangan Ada Spekulasi Liar

Baca lagi: HUT Kemerdekaan Malaysia Terancam, PM Anwar Doa Kabut Asap RI Reda

Baca lagi: Sekolah Beralih Daring Gegara Kabut Asap, Bagaimana Nasib MBG?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: