Beijing Tuduh Musuh Pakai ‘Kura-Kura Mata-Mata’ Pantau Laut China

Jakarta, Sensai Ichiba Indonesia

Kementerian Keamanan

China

menyatakan badan mata-mata dan intelijen asing menggunakan hewan sebagai mata-mata untuk memantau perairan negara tersebut.

Dalam unggahan di platfrom WeChat pada Jumat (12/6), kementerian menyebut perang rahasia diam-diam sedang berlangsung di laut sekitar China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara teknik spisonase, menurut mereka, ditemukan hewan laut besar, termasuk “kura-kura mata-mata” dan “ikan mata-mata”, yang dipasangi sensor.

“Hewan-hewan itu mengumpulkan data lingkungan laut yang sensitif seperti suhu air, salinitas, dan arus laut secara real time, dan mengirimkan ke luar negeri melalui satelit,” demikian menurut kementerian dikutip

The Guardian

.

Namun, mereka tak memberi rincian spesifik tentang di mana hewan-hewan itu ditemukan, atau siapa yang melengkapinya.

Kementerian juga menuduh pihak asing memakai “pesawat luncur gelombang” yang beroperasi menggunakan gelombang dan energi matahari. Metodei ini bertujuan mengirimkan data lingkungan maritim terkait militer dan informasi soal aktivitas kapal.

China kerap menuduh upaya spionase yang terjadi di perairan terdekat termasuk Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan.

Pada 2024, Beijing mengidentifikasi “mercusuar” yang tersembunyi di dasar laut. Alat ini bisa memandu transit kapal selam asing, dan mempersiapkan medan pertempuran.

Pemerintah China sampai-sampai menawarkan imbalan finansial ke nelayan mulai dari 50.000 hingga 500.000 yuan atau sekitar Rp131 juta-Rp1,3 miliar untuk mengungkap perangkat mata-mata di perairannya.

Tuduhan menggunakan hewan untuk memata-matai musuh bukan hal baru. Pada 2023, Badan Intelijen Inggris menuding Rusia meningkatkan keamanan di Sevastopol Laut Hitam dengan mengerahkan lumba-lumba.

Menurut badan intelijen Inggris, Rusia melatih lumba-lumba hidung botol “untuk menghadapi penyelam musuh.”

(isa/bac)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Sensai Ichiba]

Baca lagi: Tujuh Pilar Digital Jadi Kunci Sukses Transformasi Korporasi di Era AI

Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini

Baca lagi: Harga Cabai-Bawang Kian Pedas, Tertinggi Tembus Rp121 Ribu per Kg

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: